Langsung ke konten utama

Postingan

Liebster Award ala Traveller

Terima kasih banyak sebelumnya kepada Kak Jihan telah melempar tongkat estafet Liebster Award ini kepada blogku yang umurnya masih sangat muda ini. Mengenai Liebster Award, ini adalah semacam program postingan persahabatan dengan sesama bloger.


Aturan main Liebster Award sangat mudah. Berikut adalah petunjuk untuk ikut serta dalam Liebster Award. 1.Ucapkan terima kasih kepada orang yang menominasikan blog kamu untuk menerima tantangan Liebster Award. Cantumkan juga link blognya.2.Masukkan logo Liebster Award di postingan kamu.3.Tulis 7 fakta tentang diri kamu.4.Jawab 7 pertanyaan yang diajukan oleh bloger yang menominasikan blogmu.5.Buat 7 pertanyaan untuk bloger yang akan kamu nominasikan berikutnya.6.Tentukan 7 bloger yang harus menjawab tantanganmu dan cantumkan link blog mereka masing-masing.7.Beri tahu si pemilik blog agar ia menjawab tantangan dan dapat melanjutkan estafet Liebster Award ini.8.Tulis juga cara ikut Liebster Award ini pada postingamu agar aturannya tidak melenceng.
Postingan terbaru

Araudah Resto & Water Park Paringin

Hari Minggu, 15 Maret 2020 aku dan keluarga berwisata ke Araudah Resto & Water Park. Tujuan kami adalah kolam renang yang menjadi objek utama tempat rekreasi tersebut. Lokasinya berada di Jalan Lingkar Timur RT 13 Paringin Kota, Kabupaten Balangan. Dari arah Banjarmasin, setelah Pasar Paringin belok kanan. Tidak terlalu jauh dari belokan tersebut, lokasinya ada di sebelah kiri.



Sebelum memasuki area taman bermain, para pengunjung akan melewati pos parkir. Biaya parkir untuk mobil adalah 5000 rupiah per buah. Lokasi parkirnya sangat luas, jadi tidak masalah mau bawa rombongan keluarga dengan banyak mobil. Untuk area parkir motor, lokasinya sudah ditutup atap.

Harga tiket masuk di sana cukup bervariasi. Kebetulan karena kami ke sana pada hari Minggu, maka harga tiket masuk yang dikenakan adalah 35.000 rupiah per orang. Sedangkan pada hari biasa, bukan hari libur, hanya sebesar 30.000 rupiah. Anak di bawah usia 2 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis.
Untuk guru yang membawa rombonga…

Review Hotel G-Sign Banjarmasin

Assalamualaikum, kali ini aku akan mencoba menulis review singkat tentang Hotel G-Sign Banjarmasin. Terletak di km 4,5 Kota Banjarmasin, hotel ini cukup tepat dijadikan sebagai tempat menginap bagi warga luar Banjarmasin. Lokasi tersebut sudah cukup dekat dengan dua tempat ‘paling dicari’ di Banjarmasin yaitu Duta Mall dan Siring Perre Tendean. 

Apalagi lokasi hotel ini tepat di sisi jalan utama Kota Banjarmasin, Jalan A. Yani, sehingga mudah ditemukan meskipun hanya berbekal Google Maps. First impression-ku tentang hotel ini adalah megah dan luas. Sayangnya, lokasi parkir masih di luar gedung yang artinya kendaraan cukup rentan kepanasan dan kehujanan. Aku tidak tahu kalau misalnya ada parkir di basement atau gimana, tapi yang jelas kemarin saat menginap di sana kami parkir mobil di halaman sisi sebelah kanan hotel.

Wisata Kampoeng Bamboe Barabai

Assalamualaikum, kembali lagi dengan cerita jalan-jalanku. Kali ini aku akan berbagi cerita jalan-jalan di tempat wisata yang cukup dekat dari rumah. Lokasinya masih di dalam kabupaten, yaitu Hulu Sungai Tengah. Nama tempatnya adalah Kampoeng Bamboe. Tempat wisata ini baru saja berkembang sekitar 5 tahun terakhir.

Aku sendiri sudah pernah ke sana sebelum lokasinya dikembangkan menjadi objek wisata. Kalau tidak salah, aku sudah 4 kali ke sana dan selalu ada perubahan setiap aku datang ke sana. Pemiliknya adalah teman suami jadi ya ada banyak cara dan acara kami bisa ke sana.

Catatan dari Paminggir: Menjelajah Rawa, Menemukan Realita II

Baca part pertama di sini. Tiba di Desa BararawaSetelah berperahu kurang lebih 2 jam, akhirnya kami sampai di desa pertama yang menjadi lokasi penelitian, yaitu Desa Bararawa. Akses masuk ke desa ini adalah dermaga ‘resmi’ milik desa yang cukup luas. Dari sana kami langsung menuju ke kantor desa yang lokasinya tidak tepat di tepi jalur utama rawa.

Satu hal yang tidak kusebutkan selama di perjalanan adalah keberadaan sarang burung walet di setiap desa yang kami lewati cukup banyak. Jumlah sarang burung walet di Desa Bararawa ini pun tidak sedikit. Aku lupa berapa angkanya secara persis, jika tidak salah ingat jumlah sarang burung walet dibanding jumlah kepala keluarga itu 1:3. Persentasenya berarti cukup tinggi kan?
Hal inilah yang membawa kami ke sini, meski aku sendiri tidak bisa menjelaskan dengan detail penelitian seperti apa yang kami lakukan. Secara geografis, rawa Paminggir yang terletak menjorok ke muara Sungai Barito memang menjadi habitat alami burung walet. Kemungkinan mereka a…

Catatan dari Paminggir: Menjelajah Rawa, Menemukan Realita I

Sebenarnya ini bukan cerita perjalanan wisata. Meskipun destinasi yang kudatangi merupakan lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan. Memangnya aku kemana? Aku ke Kecamatan Paminggir, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Masih belum ngeh ada objek wisata di sana? Baiklah, aku sebutkan yang lebih familiar. Aku ke Danau Panggang, tempat wisata kerbau rawa berada.

Antara Danau Panggang dan Paminggir Aku butuh waktu cukup lama untuk menuliskan cerita ini karena ada banyak hal berlubang yang belum bisa kukaitkan satu sama lain di kepalaku. Salah satunya adalah hubungan antara Danau Panggang dan Paminggir. Kedua kecamatan ini terlihat identik, padahal berbeda.
Dari yang aku lihat selama perjalanan tanggal 2 Oktober 2019 kemarin, peternakan kerbau rawa itu sebagian besar ada wilayah Kecamatan Paminggir bukan di Kecamatan Danau Panggang. Wilayah dengan permukaan rawa sebagian besar juga didominasi oleh Kecamatan Paminggir.

Wisata Budaya Lewu Hante

Assalamualaikum. Hai semuanya, apa kabar kalian? Sehat selalu ya biar bisa menjelajah lebih banyak tempat seru di muka bumi ini.
Kali ini aku akan bercerita tentang kunjunganku ke sebuah wisata budaya di Kalimantan Tengah, tepatnya di dekat perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Di Desa Pasar Panas, Kabupaten Barito Timur. Tepat setelah bundaran perbatasan jika dari Kalimantan Selatan. Jika dari Kalimantan Tengah, maka kota terdekat adalah Tamiyang Layang. Dari Kalimantan Selatan sendiri paling mudah ditempuh melewati Kota Amuntai.

Hari itu Minggu, 23 Juni 2019. Cuacanya sangat cerah. Cocok sekaligus tidak cocok untuk berwisata outdoor. Mengapa cocok? Karena foto akan sangat terlihat oke dengan penerangan paripurna dari matahari. Tidak cocok karena sinar matahari yang berlebihan enggak bagus buat kulit.